Pesan untuk penghafal Al-Qur'an

“Daripada Berdosa Menghafal Tapi Tidak Bisa Mengamalkan, Lebih Baik Fokus Mengamalkan Saja”

Sahabat, barangkali, kita sering mendengar ungkapan seperti itu. Dan, berapa kali ungkapan tersebut terdengar bak senjata mematikan yang seketika menghancurkan semangat menghafal kita.
Kadangkala, karena mindset itu, kita menjadi berpikir dua kali untuk menghafal atau melanjutkan hafalan, karena muncul perasaan takut berdosa saat tidak bisa mengamalkan.
Melalui pesan whatsapp, ada yang pernah bertanya kepada saya:
“Bagaimana jika ada orang yang punya prinsip tidak mau menghafal Al-Quran, atau tidak mau menambah hafalan baru lagi, karena takut tidak bisa mengamalkannya. Karena ada yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak mengamalkan hafalannya akan mendapat dosa besar. Bahkan ada hadits yang menyebut orang pertama yang masuk neraka adalah penghafal quran yang tidak mengamalkannya. Jadi, dia lebih memilih untuk tidak menghafal dan hanya fokus ke pengamalan. Mohon penjelasannya..?”

Maka, kita harus benar-benar memahami ini.
Yang pertama:
Ungkapan ‘yang terpenting dari Al-Quran adalah mengamalkannya, bukan sekedar menghafalnya,’ adalah ungkapan yang tidak salah dan bahkan sangat benar. Sebab, tujuan besar dari menghafal adalah mengamalkannya. Tapi, sahabat, atas pemahaman itu, mestinya, langkah yang harus dipilih bukanlah ‘berhenti menghafal karena takut tidak bisa mengamalkan’, tapi tetaplah menghafal sedikit demi sedikit, sembari berusaha memahami apa yang dihafal itu, lalu berusaha mengamalkannya. 

Sebab, inilah yang dicontohkan para sahabat Nabi. Bukankah, para sahabat adalah generasi yang paling memahami ungkapan ‘yang terpenting dari Al-Quran adalah mengamalkannya, bukan sekedar 
menghafalnya,’?

Tapi, atas pemahaman itu, tidak ada satu riwayat pun yang sampai kepada kita bahwa ada sahabat yang kemudian memutuskan “Saya tidak mau menghafal, karena yang penting pengamalannya”
Justru, riwayat-riwayat yang telah sampai kepada kita mengabarkan bahwa para sahabat di zaman nabi, mereka menghafal setiap 10 ayat, dan tidak menambah hafalan yang baru sampai bisa mengamalkannya. 

Ibnu Mas’ud mengatakan: “Kami belajar sepuluh-sepuluh ayat dan belum akan berpindah pada ayat berikutnya sampai kami mengerti makna yang terkandung 
dalam sepuluh ayat itu dan bagaimana mengamalkannya.”

Iya, mereka menghafalnya. Bukan tidak mau menghafal karena ingin mengamalkan. Tapi mereka menghafalnya agar kemudian mudah diamalkan.

Umar bin khattab menghafal surah Al-Baqarah dalam waktu 12 tahun sebab ingin memahami dan mengamalkan setiap ayat-ayatnya nya sebelum melanjutkan ayat baru. 
Abdullah bin Umar berhenti pada surat al-Baqarah selama delapan tahun untuk mempelajarinya dan memahami sehingga diamalkan. 

Dan, sahabat, sekali lagi, di antara mereka, tidak ditemukan seseorang yang memilih prinsip ‘berhenti menghafal karena takut tak bisa mengamalkan’. Ada mindset yang harus diubah. Bahwa, bukan karena belum bisa mengamalkan sehingga kita berhenti menghafal, tapi hafalkan-lah ayat-ayat Allah agar kita mudah mengamalkannya. 

Sebab, jika yang hafal Al-Quran disebut sulit mengamalkannya, ketahuilah bahwa yang tidak hafal akan jauh lebih sulit mengamalkan. Bagaimana mungkin bisa mengamalkan secara utuh, jika tidak 
tahu atau hafal ayatnya? 
Dan, sahabat, menghafal Al-Quran merupakan salah satu bentuk pengamalan dari Al-Quran. Sebab dalam Al-Quran sendiri ada perintah untuk menghafalkannya. Maka jika mau mengamalkan Al-Quran, maka menghafalnya adalah salah satu pengamalan itu. 

Jadi, pilihan yang tepat bukan berhenti menghafal, melainkan tetap menghafal semampunya, meski sehari se-ayat, atau barangkali seminggu se-ayat, lalu berusaha memahami serta mengamalkannya. 
Semampunya. 
Jangan berhenti sama sekali. Jika tidak bisa mendapatkan keseluruhannya, maka jangan tinggalkan seluruhnya. Harus ada usaha yang dilakukan. 

Lalu, apakah salah, mereka yang fokus menghafal terlebih dahulu hingga 30 juz, padahal tidak paham isinya?
Insya Allah tidak salah. Itulah salah satu bentuk memahami dan mengamalkan Al-Quran. 
Asalkan, yang menjadi catatan, tidak boleh berhenti pada proses menghafal saja. Harus ada kesungguhan untuk melanjutkan perjuangan ke tahap 
selanjutnya: Menjaga hafalannya, berusaha memahami kandungannya, mengamalkannya dalam hidup, mendakwahkan kebenaran Al-Quran, Istiqomah hidup bersama Al-Quran. 

Yang salah, jika seseorang menghafal Al-Quran lalu mencukupkan diri sampai di situ saja. Tidak ada semangat untuk melanjutkan perjuangan pada tahap selanjutnya. 
Ingat, hafal 30 juz itu bukan tujuan akhir. Ia hanya sarana menuju tujuan sebenarnya: Mengamalkan Al-Quran dalam hidup.
Kalau ada yang bilang, “Yang terpenting dari Al-Quran adalah pengamalan, bukan hafalan. Percuma hafal kalau enggak diamalin.”
Ketahuilah, perkataan semacam itu hanya pantas disampaikan oleh mereka yang sudah hafal Quran serta baik dalam pemahaman dan pengamalannya. 
Sebab, jika yang mengatakan seperti itu bukan penghafal Al-Quran, barangkali kalimat itu keluar karena kemalasannya saja dalam menghafal, lalu alih-alih berusaha menghafal, ia malah mencari pembenaran dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. 

Ketahuilah, menghafal Al-Quran adalah salah satu bentuk mengamalkan Al-Quran, sebab ada perintah menghafalkan di dalamnya. Maka, siapa yang dengan sengaja tidak mau menghafalnya, sebenarnya ia belum mengamalkannya dengan baik. 

Ubahlah mindset daripada berdosa karena menghafal tapi tidak bisa mengamalkan, lebih baik fokus mengamalkan saja, 
Menjadi Hafafalkanlah Al-Quran, agar kita lebih mudah mengamalkannya.

Alhamdulillah,
Semoga bermanfaat

اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ

Aamiin...

Tonton juga video di channel Youtube saya : https://youtu.be/i7aSWSSaJUo
________
Ingin setiap hari nya dikirimkan broadcast motivasi ke WA kalian ? 
Atau ingin konsultasi tentang quran ?
Tidak usah khawatir karena program ini GRATIS
Langsung saja save no WA saya atau klik link WA warna biru dibawah
📍WA ==> 0881023405935 
http://bit.ly/Motivasi-tahfidz 
📍Facebook : https://www.facebook.com/makhfudh.a.sidiq
📍Instagram : 
https://www.instagram.com/makhfudhagung
📍Channel Youtube : https://youtube.com/channel/UCcD9OT1ZJAWz6t5kdOSdTAg
📍Grup Facebook : Motivasi Tahfidz Quran
📍Fans Page : 
https://www.facebook.com/Motivasi-Tahfidz-Quran-122449339558744/

BONUS : Pdf mengenai kesalahan2 membaca surat Al-Fatihah oleh Ustadz Mujiadi M.A. (GRATIS)

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »