Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar


1. Zlatan Ibrahimovic

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Malmo FF untuk Ajax Amsterdam, 7.800.000 €
Ajax Amsterdam ke Juventus Turin, 25.000.000 €
Juventus Turin ke Inter Milan, 24.800.000 €
Inter Milan ke FC Barcelona, 69.500.000 € (49.500.000 € ditambah Samuel Eto'o)
FC Barcelona ke AC Milan, 24.000.000 € (Milan berkewajiban untuk membeli dia di awal musim berikutnya)
Biaya total transfer: 150.600.000 €


2. Nicolas Anelka

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
€ Arsenal FC ke Real Madrid, 35.000.000 €
Real Madrid FC Paris Saint-Germain, 34.500.000 €
FC Paris Saint-Germain ke FC Liverpool, 1.400.000 € (pinjaman)
FC Paris Saint-Germain ke Manchester City, 19.800.000 €
Manchester City ke Fenerbahce Istanbul, 5.500.000 €
Fenerbahce Istanbul untuk Bolton Wanderers, 12.000.000 €
Bolton Wanderers dengan FC Chelsea, 19.900.000 €
Biaya total transfer: 128.600.000 €


3. Hernan Crespo

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
River Plate dengan FC Parma, 4.000.000 €
FC Parma ke Lazio Roma, 55.000.000 €
Lazio Roma ke Inter Milan, 36.000.000 €
Inter Milan ke Chelsea FC, 26.000.000 €
Biaya total transfer: 121.000.000 €


4. Juan Sebastian Veron

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Estudiantes ke Boca Juniors, 2.200.000 €
Boca Juniors ke Sampdoria Genoa,???
Sampdoria Genoa Lazio Roma, 30.000.000 €
Lazio Roma ke Manchester United, 42.600.000 €
Manchester United ke Chelsea FC, 22.500.000 €
Chelsea ke Inter Milan,???
Inter Milan ke Estudiantes, 2.200.000 €
Biaya total transfer: 117.000.000 €


5. Cristiano Ronaldo

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Sporting Lisbon ke Manchester United, 17.500.000 €
Manchester United ke Real Madrid, 94.000.000 €
Biaya total transfer: 111.500.000 €


6. Ronaldo

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Cruzeiro untuk PSV Eindhoven, 5.475.000 €
PSV Eindhoven ke FC Barcelona, ​​15.000.000 €
FC Barcelona ke Inter Milan, 28.000.000 €
Inter Milan ke Real Madrid, 45.000.000 €
Real Madrid ke AC Milan, 7.500.000 €
Biaya total transfer: 100.975.000 €


7. Robbie Keane

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Wolverhampton Wanderes ke Coventry City, 9.000.000 €
Coventry City ke Inter Milan, 19.500.000 €
Inter Milan ke Leeds United, 18.000.000 €
Leeds United ke Tottenham Hotspur, 10.500.000 €
Tottenham Hotspur ke FC Liverpool, 24.000.000 €
Liverpool ke Tottenham Hotspur, 16.700.000 €
Biaya total transfer: 97.700.000 €


8. Christian Vieri

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Atalanta Bergamo ke Juventus Turin, 2.500.000 €
Juventus Turin ke Atletico Madrid, 15.000.000 €
Atletico Madrid Lazio Roma, 25.000.000 €
Lazio Roma ke Inter Milan, 45.000.000 €
Biaya total transfer: 87.500.000 €


9. Robinho

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
Santos FC ke Real Madrid, 24.000.000 €
Real Madrid ke Manchester City, 43.000.000 €
Manchester City ke AC Milan, 18.000.000 €
Biaya total transfer: 85.000.000


10. Zinedine Zidane

10 Pesepakbola dengan Biaya Total Transfer Terbesar

Transfer:
AS Cannes ke FC Girondins Bordeaux, 7.000.000 €
FC Girondins Bordeaux ke Juventus Turin, 3.500.000 €
Juventus Turin ke Real Madrid, 73.500.000 €
Biaya total transfer: 84.000.000 €
5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri

5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri

Bermain di kompetisi sepakbola yang levelnya lebih tinggi menjadi harapan setiap pemain. Tak terkecuali bagi pesepakbola di Indonesia.  Merasakan ketatnya kompetisi di luar negeri  adalah  sebuah prestasi.  Berikut  5 pemain Indonesia yang  pernah  bermain   di kompetisi luar negeri:
1. Ricky Yakobi
Masa  keemasan  pemain kelahiran Medan 12 Maret 1963  ini  adalah saat  membela Arseto Solo di era-80 an. Setelah  tampil  gemilang bersama  timnas Indonesia di Asian Games 1986 telah  menarik  tim asal  Liga  Jepang,  Matsushita untuk menggunakan  tenaganya  di kompetisi  1988. Sayang Ricky tak mampu beradaptasi dengan  cuaca dingin Negeri Sakura, sehingga hanya bermain dalam empat pertandingan saja dengan satu sumbangan gol.

5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Ricky Yakobi (sumber: gresnews)

2.  Rocky Putiray
Pemain yang selalu tampil eksentrik kelahiran Maluku 26 Juni 1970 ini  bisa dibilang pemain Indonesia paling sukses saat  berkarier di  kompetisi luar negeri. Seperti halnya Ricky  Yakobi,  Putiray mengawali kariernya bersama Arseto Solo. Klub pertama saat berkiprah  di  Liga Hongkong adalah Instant Dict 2001).  Bermain  15 pertandingan, Rocky mencetak 20 gol. Selanjutnya musim 2002-2004 bermain  untuk Kitchee FC dengan 41 gol dari 20 laga. Pada  2004-2005 membela  South China AA dengan 15 gol dari  25  penampilan. Namun  gol spektakuler  Rocky adalah ketika mencetak  2  gol  ke gawang  AC  Milan, 31 Mei 2004, ketika membela tim  bintang  Liga Hongkong. Dua gol Rocky sekaligus membawa kemenangan timnya  atas AC Milan 2-1.

5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Rocky Putiray(Sumber: syifaurrahman.files.wordpress)
5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Rocky Putiray saat melawan AC Milan (Sumber: syifaurrahman.files.wordpress)

3.  Kurniawan Dwi Yulianto
Tergabung dalam tim Primavera Indonesia saat berlatih di  Italia, semakin mematangkan pemain jebolan Diklat Sala Tiga  ini.  Skill pemain  yang akrab disapa kurus ini telah menarik perhatian  klub di  Liga Swiss, FC Luzern pada 1994-1995. Bermain dalam 10  laga, Kurus hanya mencetak satu gol. Prestasi tersebut tidak  menyurutkan  klub Italia, Sampdoria untuk menggunakan jasanya untuk  bermain  di seri-B pada musim 1996-1997. Namun pemain  kelahiran  13
Juli 1976 ini prestasinya semakin merosot. Satu klub asing  lainnya adalah Serawak FC di Liga Malaysia pada 2006. Namun  lantaran tak  kunjung  menciptakan gol, kontrak Kurus  diputus  di  tengah jalan.

5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Kurniawan Dwi Yulianto (Sumber: syifaurrahman.files.wordpress)
5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Kurniawan Dwi Yulianto saat di tim samdoria (Sumber: syifaurrahman.files.wordpress)

4.  Kurnia Sandy
Inilah  satu-satunya penjaga gawang Indonesia yang sempat  membubuhkan tandatangannya  bersama klub luar negeri.  Tepatnya  usai berguru di Italia bersama tim Primavera. Penjaga gawang kelahiran Semarang,  24  Agustus 1975 ini menandatangani  kontrak  bersama Sampdoria  di  musim kompetisi 1996-1997 sebagai  penjaga  gawang ketiga. Hanya berkiprah setahun, Sandy kembali ke Indonesia untuk bergabung bersama klub-klub lokal seperti Pelita Jaya, Persikabo, PSM  Makassar, Arema Malang, Persik Kediri,  Persebaya  Surabaya, Mitra  Kukar dan saat ini bermain di Klub Liga Primer  Indonesia, Bandung FC.

5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Kurnia Sandy (Sumber : Vbandungfc)
5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Kurnia Sandy paling kanan atas(sumber: aremastore)

5.  Bambang Pamungkas
Ikon klub Persija Jakarta ini adalah generasi emas striker  Indonesia berikutnya. Bepe sapaannya, adalah pemain  yang  tergabung dalam  proyek  lanjutan Primavera yang  dinamai  Bareti.  Seperti halnya Kurniawan Dwi Yulianto, Bepe menjadi pemain paling  menonjol kala berguru di Italia hingga klub Divisi 3 Liga Belanda, EHC Norad  mengontraknya. Sayang masalah adaptasi cuaca membuat  Bepe diputus kontrak hanya beberapa bulan ke depan. Penampilan cemerlangnya  bersama klub luar negeri terjadi di Liga  Malaysia  saat memperkuat  Selangor FC bersama rekannya di timnas,  Elie  Aiboy. Dari 42 penampilannya, Bepe menciptakan 39 gol.(**)

selangor FC (Sumber:syifaurrahman.files.wordpress)
5 Pesepakbola Indonesia yang Pernah Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Bambang Pamungkas selagor FC (Sumber: syifaurrahman.files.wordpress)

5 pesepakbola yang mampu mencetak 1000 gol

5 pesepakbola yang mampu mencetak 1000 gol

Siapa tak kenal nama Romario Faria de Souza, striker Brasil yang melegenda bersama duetnya Bebeto di Piala Dunia 1994. Pemain kelahiran Rio de Janeiro, 29 Januari tersebut juga tercatat mampu menciptakan 1002 gol dari 1256 gol selama karier bermainnya. Namun masih ada pesepakbola lainnya yang mampu menciptakan gol lebih banyak dari Romario. Siapa saja mereka? Berikut pesepakbola lainnya yang mampu menciptakan gol di atas angka 1000:

1. Franz Binder (Austria)
Striker asal Australia ini menciptakan 1006 gol dari 756 pertandingan. Pemain yang dilahirkan 1 Desember 1911 di St.Potten ini pernah membela klub Rapid Viena (Austria), PSV Eindhoven (Belanda), FC Nurenberg, 1860 Muenchen), Binder juga pernah membela timnas untuk dua negara yang berbeda yaitu Austria dan Jerman. Selama berkiprah di Liga Austria, 4 gelar juara liga dan 3 kali top skorer pernah disandangnya. Sedangkan di Liga Jerman 2 kali juara liga dan 3 kali top skorer saat membela Nurenberg.
pesepakbola yang mampu mencetak 1000 gol
Franz Binder (Sumber gambar: iffhs-media.de)

2. Pele (Brasil)
Disebut-sebut sebagai pemain terbaik dunia abad 21, nama Edison Arantes do Nascimento alias Pela juga merupakan pemain tersubur. Tengok saja gol yang berhasil diciptakannya mencapai 1281 dari 1375 pertandingan. Hampir seluruh kariernya dihabiskan untuk klubnya di Brasil, Santos. Pemain kelahiran 23 Oktober 1940 ini juga ikut memastikan Piala Jules Rimet selamanya berada di Negeri Samba berkat tiga kali juara Dunia pada 1958 Swedia, 1962 Chile, dan 1970 di Meksiko. Pele pensiun saat usianya memasuki 37 dan bermain di klub New York Cosmos.
pesepakbola yang mampu mencetak 1000 gol
Pele (sumber gambar: wordpress.com)

3. Arthur Friedenrich (Brasil)
Brasil memang pantas disebut sebagai Negara sepakbola. Jauh sebelum Pele menjadi legenda, nama Arthur Friedenrich juga merupakan pesepakbola Brasil yang telah menciptakan lebih dari 1000 gol. Tepatnya 1329 gol dari 1239 laga yang dimainkannya. Namanya yang berbau Jerman berasal dari ayahnya yang seorang pebisnis. Namun kulit hitamnya berasal dari ibunya yang merupakan Afro-Brazilia. Walaupun sempat mendapat perlakukan rasis, namun Arthur mampu mengembangkan kemampuannya bersama klub imigran Jerman, SC Germania yang akhirnya bergabung dalam klub professional di Paulistano dan Sao Paulo. Arthur memustuskan pension pada 1935 bersama kontroversi statistik yang hanya mencatat golnya sebanyak 1200 gol saja.
pesepakbola yang mampu mencetak 1000 gol
Arthur Friedenrich (Sumber gambar: blogspot.com)

Arthur Friedenrich (sumber gambar: iffhs-media.de)

4. Gerhard Mueller (Jerman Barat)
Setelah menjalani 1216 pertandingan, Gerd Mueller mencatatkan jumlah gol sebanyak 1461. Sebanyak 365 gol diantaranya dihasilkan di ajang Bundesliga kala bergabung bersama TSV 1961 Nirdlingen (1960) dan Bayern Muenchen (1964). Bersama Muenchen pula Mueller bisa merasakan tiga kali juara Piala Champions (sekarang Liga Champions) dan 7 kali sebagai top skorer Bundesliga. Ia juga pernah membela klub Amerika Serikat, Fort Launderdale Strikers. Mueller pernah menjalani rehabilitasi alkohol pada 1982 dan akhirnya sembuh.
Gerhard Mueller  (Sumber gambar: blogspot.com)

5. Josef Bican (Cekoslovakia/Rep. Cheska)
Lahir di Vienna, 25 September 1913. Sebelum membela Cekoslovakia, Bican bermain untuk tanah kelahirannya, Austria. Selama kariernya Bican membela Rapid Wien (Austria) dan Slapia Prha (Rep. Cheska). Selama menjalani profesi sebagai pesepakbola, Bican menciptakan 1467 gol dari 917 pertandingan. Selain terkenal dengan tendangan sama baiknya antara kaki kiri dan kanan, dia juga merupakan pemain yang bisa berlari cukup kencang yaitu mencatat waktu 10.8 detik untuk 100 m. Setelah pensiun sebagai pemain Bican menjalani profesi sebagai pelatih untuk klub di Cheska dan Belgia.(**)
Josef Bican (Sumber gambar: blogspot.com)
Josef Bican (Sumber gambar: ceskydomov.com)

8 Pemain Bola yang Mendadak Menjadi Kiper

1. Jan Koller (musim 2002-2003)




Pemain Bola yang Mendadak Menjadi Kiper
 
Selama Koller di Dortmund (juara trofi Bundesliga pada musim 2001-02), pelatihannya dulu sebagai penjaga gawang terlihat berguna dalam musim 2002-03. Dalam satu pertandingan melawan Bayern Munich, Kiper Borussia Dortmund Jens Lehmann dikartu merah pada pertengahan melalui babak kedua, dan Koller pindah dari posisi striker ke penjaga gawang setelah ia sudah mencetak satu kali pada babak pertama. Dia berhasil melakukan clean sheet untuk sisa pertandingan menghalau peluang baik oleh Michael Ballack, dan menjadi kiper terbaik top of the week di Bundesliga.
 
2. Rio Ferdinand (Perempat Final FA 2007-2008)
 
Pemain Bola yang Mendadak Menjadi Kiper
Rio Ferdinand menjadi kiper mulai menit 76 karena Tomasz Kuszczak kena kartu merah & jatah pergantian pemain MU habis dalam perempat final FA melawan Portsmouth. Waktu itu MU kalah 1-0 dan gagal lolos ke babak selanjutnya.

3. John O’shea (musim 2007-2008)
Pemain Bola yang Mendadak Menjadi Kiper

Dalam suatu pertandingan liga melawan Tottenham, di tahun 2008,O’shea menjadi kiper pengganti,van der sar sebelumnya main di babak pertama,diganti dengan kuszcak di pertengahan babak,dan MU sudah melakukan pergantian 3 pemain.

4. John Terry (musim 2006/2007)
John Terry menggantikan Carlo Cudicini di masa injury time babak kedua, kiper asal Italia sebelumnya menggantikan Peter Cech yang cedera ketika pertandingan yang baru beberapa detik karena diterjang penyerang Reading, Stephen Hunt (Lutut Hunt masuk ke kepala Cech saat sang kiper sudah memegang bola) Si Cudicini terpaksa harus ditarik keluar lapangan setelah bertabrakan dengan Ibrahim Sonko. Karena kehabisan jatah pergantian pemain Jose Mourinho menunjuk Terry menjadi kiper. Untungnya di sisa pertandingan Reading tak mampu mendekati gawang Chelsea. Skor 1-0 pun bertahan hingga akhir.
5. Francisco Javier Farinos (UEFA Cup 2002)
Dalam pertandingan melawan Valencia,Farinos menggantikan Toldo yang dikartu merah,Farinos berhasil menahan dua peluang dari pemain Valencia,Inter berhasil mengalahkan Valencia dengan skor 1-0.

6. Phil Jagielka (musim 2006)
Sebagai seorang bek, Phil Jagielka mungkin bukan pemain bintang dengan skill menjulang. Namun dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang bisa menjebol gawang lawan sekaligus menjaga gawang. Jagielka mencuri perhatian saat menggantikan kiper Paddy Kenny kala Sheffield United menundukkan Arsenal 1-0 di lanjutan Liga Inggris, Sabtu,(30/12/2006)

7. Denilson Martins(berposisi sebagai striker dan bermain di klub korea selatan, Pohang Steelers)

Dalam satu pertandingan,karena kartu merah yang diterima kiper Shin Hwa Yong dan sudah melakukan tiga pergantian pemain, Sergio Farias selaku pelatih menggantikan Denilson sebagai kiper. Dan pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit, lantaran Denilson harus mencari kostum penjaga gawang. Beruntung, ofisial Pohang masih memiliki kostum cadangan milik Shin Hwa Yong. Alhasil, selama menjalankan tugasnya mengawal mistar, Denilson harus mengenakan kostum hitam nomor punggung 1, tapi tetap memakai celana nomor 10. Bomber berusia 33 tahun ini ternyata mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Paling tidak, selama 20 menit berdiri di bawah mistar, gawangnya tak kebobolan.

Bahkan, layaknya kiper betulan, dia berhasil melakukan dua kali penyelamatan gemilang. Kepiawaian Denilson ini langsung menimbulkan pertanyaan, apakah sebelumnya dia pernah menjadi penjaga gawang? ”Ya, saya memang pernah menjadi kiper. Ketika itu masih membela Al Shabab, situasinya tidak berbeda jauh dengan saat ini,” katanya.

8. Mladen Petrić (UEFA tahun 2006)
Pemain Bola yang Mendadak Menjadi Kiper
Kejadiannya di pertandingan UEFA FC Basel melawan Nancy tahun 2006 ketika dia masih memperkuat FC Basel gan (sekarang bermain di Hamburg SV), kiper utama FC Basel, Franco Costanzo dikartu merah oleh wasit karena mengganjal pemain Nancy,Issiar Dia di dalam kotak penalti. Dan waktu itu Basel telah melakukan pergantian 3 pemain sehingga dia didaulat menjadi kiper menggantikan Costanzo. Petrić memakai baju Costanzo dan mengawal gawang Basel. Kemudian wasit memberikan tendangan penalti untuk Nancy, dan tak disangka, Petrić dengan cemerlang berhasil memblok tendangan Mickaël Chrétien dan menyelamatkan timnya dari kekalahan. Saat itu Basel berhasil menahan imbang Nancy 2-2.